![]() |
| 'COVID-19 inhaler' dari Departemen Pertanian menarik kekecewaan dari legislator |
ASLIKARTU - Beberapa legislator mengajukan pertanyaan tentang produk yang dikembangkan oleh Kementerian Pertanian, yang mengklaim dapat memberikan bantuan kepada pasien COVID-19, pada sesi dengar pendapat dengan para pejabat kementerian di sini pada hari Selasa. Agen Poker
Mindo Sianipar, anggota dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, mengatakan dia berharap informasi tentang kalung minyak aromaterapi kementerian eucalyptus, roll-on, dan balsem tidak akan menyesatkan orang-orang karena inhaler belum melewati pra uji klinis atau klinis.
Pada sesi dengar pendapat Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yang mengawasi pangan dan pertanian, Suhardi Duka, seorang legislator yang mewakili fraksi Partai Demokrat, juga mempertanyakan relevansi kementerian dalam mengembangkan produk yang dihirup.
Obat-obatan dan produk kesehatan harus secara ideal dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, sementara salah satu tugas Kementerian Pertanian adalah memastikan ketahanan pangan Indonesia, ia berpendapat.
Oleh karena itu, kata Duka, dia tidak yakin bahwa produk inhaling berbasis eucalyptus akan dengan mudah memenangkan kepercayaan publik jika Kementerian Pertanian mendistribusikannya.
Sementara itu Ahmad Ali, anggota Fraksi Partai Demokratik Nasional (Nasdem), menyatakan penghargaannya atas kontribusi kementerian dalam upaya Indonesia untuk memerangi penyakit virus coronavirus (COVID-19) yang baru melalui produk inovatifnya.
Namun, Ali menyarankan agar inhaler berbasis kayu putih dinamai dengan cermat agar orang tidak menyesatkan. Sejauh ini, belum ada klaim yang didukung penelitian tentang produk apa pun yang secara efektif menghilangkan infeksi COVID-19 di mana pun di dunia, ia menambahkan.
Agen Domino
Sementara itu, Universitas Indonesia mengisyaratkan pada hari Minggu bahwa pihaknya siap untuk bekerja dengan Badan Penelitian Veteriner Kementerian Pertanian untuk melakukan uji coba hewan dan uji klinis untuk produk tersebut.
Pemerintah Indonesia telah mendukung proyek penelitian dan inovasi untuk membantu negara memerangi pandemi coronavirus.
Proyek-proyek penelitian dan inovasi yang disponsori pemerintah memprioritaskan empat bidang: pencegahan, penyaringan dan diagnosis; peralatan medis dan perangkat pendukung; obat-obatan dan terapi; dan, humaniora sosial.
Beberapa universitas terkemuka di Indonesia telah memberikan kontribusi nyata untuk upaya menyelamatkan nyawa: dari mengembangkan perangkat yang sangat dibutuhkan hingga melakukan penelitian tentang pengobatan COVID-19.
Tim ilmuwan dari fakultas kedokteran dan teknik di Universitas Indonesia (UI), misalnya, telah mengembangkan ventilator bernama COVENT-20 untuk pasien yang menderita penyakit coronavirus yang baru.
Seperti yang dipublikasikan di situs web resmi UI, Departemen Kesehatan Indonesia telah menyatakan ventilator telah lulus uji klinis pada manusia.
Institut Teknologi Bandung (ITB) juga telah mengembangkan ventilator untuk pasien COVID-19, bekerja sama dengan Yayasan Pembina Masjid Salman dan Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran (UNPAD). Agen Sakong







0 komentar:
Posting Komentar