
ASLIKARTU - Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Kementrian Pertanian Surabaya memusnahkan 1,5 ton atau seharga Rp 1,2 miliar, benih sawi putih yang berasal dari korea Selatan (Korsel). AGEN DOMINO
Kepala Karantina Surabaya Musyaffak Fuzi mengatakan tindakan itu bertujuan untuk mencedah potensi penyebaran penyakit tumbuhan ke Indonesia. Karena dalam benih sawi putih tersebut terkandung bakteri golongan A1 atau belum pernah ditemukan di Indonesia.
Berdasarkan hasil pengujuan dari laboratorium BBKP Surabaya ditemukannya bakteri Pseudomonas Viridiflava dan kategori A2 Pseudomonas Chicorii pada benih sawi putih yang berasal dari korea Selatan.
Musyaffak Fauzi mengatakan tindakan pemusnahan ini dilakukan karena P Viridiflava menurut statusnya belum ditemukan di Indonesia dan tidak bisa diberi perlakuan, Sedangkan untuk P Chicorii sudah ada di Indonesia serta memiliki inang yang luas.
AGEN POKER ONLINE
"Bakteri Pseudomonas Chicorii pada benih sawi putih dapat menjadi ancaman serius bagi pertanian di indonesia khususnya tanaman hortikultura." jelasnya.
Sementara itu, pemusnahan dilakukan di PT KSI Kediri dengan cara membakar benih sawi putih. Menurutnya, setiap komoditas luar yang akan masuk ke dalam negri harus lulus uji terlebih dahulu, contohnya seperti benih sawi tersebut.
Musyaffak Fauzi menambahkan bahwa persyaratan pemasukan benih sawi putih ke Indonesia antara lain memiliki dokumen lengkap seperti sertifikasi kesehatan Phytosanitary Certificate san surat izin pemasukan dari Mentri Pertanian serta harus bebas dari hama penyakit tumbuhan.
"Tupoksi utama karantina adalah mencegah masuk dan tersebarnya hama penyakit tumbuhan dari luar negri ke wilayah Indonesia," tutup Musyaffak Fauzi. AGEN DOMINO






0 komentar:
Posting Komentar