![]() |
| Presiden sepenuhnya mendukung pembentukan Majelis Syuro Dunia |
ASLIKARTU - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendukung pembentukan Majelis Syuro Dunia (Konsultatif), yang diprakarsai oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia (MPR), untuk mempromosikan tatanan dunia Islam yang harmonis, damai, dan beradab, kata Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet). Agen Poker
"Presiden Joko Widodo sepenuhnya mendukung upaya MPR untuk membentuk Majelis Syuro Dunia yang akan berfungsi sebagai forum bagi majelis konsultatif rakyat dari berbagai negara yang memiliki sistem serupa, terutama negara-negara mayoritas Muslim di dunia," kata Bamsoet dalam pernyataannya di sini di Kamis.
Bamsoet mengadakan pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, pada hari Rabu (8 Juli).
Dukungan Jokowi selanjutnya akan meningkatkan antusiasme MPR untuk menyatakan pembentukan Majelis Syuro Dunia pada Agustus 2021.
Majelis Syuro Dunia juga akan memulai pembentukan Bursa Efek Syariah Dunia atau Bursa Efek Syariah Global sebagai respons terhadap kekacauan kondisi ekonomi global akibat periode kapitalisme dan liberalisme yang panjang.
Pembentukan Bursa Efek Syariah Global diproyeksikan untuk memfasilitasi realisasi Islamic Capital Hub di industri pasar modal dunia.
Agen Domino
"Sebagai permulaan, Bursa Efek Syariah Dunia dapat melibatkan berbagai bursa efek terkenal, seperti Pasar Modal Islam Malaysia, Bursa Efek Istanbul, dan Pasar Keuangan Dubai. Gagasan ini perlu dipelajari lebih lanjut dan dieksplorasi oleh berbagai pakar ekonomi dari berbagai negara dunia, difasilitasi oleh Majelis Syuro Dunia, "katanya.
Politisi Partai Golkar berpendapat bahwa parlemen berperan penting dalam mendorong pemerintah negara masing-masing untuk membebaskan diri dari belenggu kapitalisme.
Dengan demikian, dengan memprioritaskan industri keuangan Islam, selain menghindari riba, pelaku ekonomi tidak akan membuat spekulasi pada mata uang.
"Secara sederhana, uang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sektor riil dan bukan hanya demi spekulasi yang pada akhirnya membuat ekonomi liberal rentan terhadap krisis. Inilah yang terjadi sekarang. Perang perdagangan sedang berlangsung antara China dan China. Amerika Serikat, dan dalam prosesnya, semua negara terpengaruh. Ini karena ketidakseimbangan dalam tatanan ekonomi dunia, "tandasnya.
"Pendekatan dunia harus diubah menjadi gotong royong dan solidaritas manusia yang memberi peluang bagi semua orang untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan," katanya.
Selain itu, Majelis Syuro Dunia diharapkan untuk membangun pusat Halal global. Agen Sakong







0 komentar:
Posting Komentar