Sabtu, 11 Juli 2020

Sebelum Mencuri, Tersangka Pencurian Memanfaatkan Iklan Duka Cita yang ada Dikoran

Sebelum Beraksi, Pencuri di Medan Melihat Iklan Duka Cita

ASLIKARTU  -  Seorang pencuri memanfaatkan media masa untuk melakukan aksi kriminalnya. Dimana tersangka melihat iklan duka cita dan beraksi setelah keluarga yang berduka pergi ke balai sosial. AGEN DOMINO

Modus tersangka tersebut diketahui setelah seornag pria bernama Cece (42), warga pinggir rel Jalan gahar Baru, Medan, dan Jalan Pendidikan III, Gang Baru Pasar 8 Tembung, Percut Sei Tuan, Deli Serdang.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Martuasah Tobingm mengatakan tersangka ditangkap oleh tim Subnit Jatanras Unit Pidum dirumahnya pada hari kamis (2/7) sekitar pukul 13.00 WIB.

Selain Cece, petugas juga menangkap Binsar Parlindngan Siagian (49), warga Jalan Jermal XV Gang Sejahtera, Medan. Tersangka Binsar diduga sebagai penadah barang curian.

                 AGEN POKER ONLINE

Cece ditangkap berdasarkan laporan dari Edwar (39), warga Jalan Veteran, Kelurahan Gang Buntu, Medan Timur. Pria itu mengadukan rumahnya di Jalan Raksa, Medan Petisah, dibobol maling pada Rabu (16/5) malam.

Saat kejadian rumah Edwar dalam keadaan kosong. Dia dan keluarganya sedang berada di Rumah Sosial/Balai Persemayaman GME Gloria di Jalan Bintang, Medan

Saat kembali kerumah Edwar dan keluarganya pulang kerumah dan terkejut melihat pintu kamar rusak serta isi kamar yang sudah berantakan. Barang-barang berharga yang disimpannya pun raib, yaitu 200 gram emas batangan, uang tunai Rp 300 juta, USD20.000 dan SGD4.000.

Setelah dicek, tersangka masuk ke rumah korban dari lantai 3 dan merusak ventilasi lalu masuk ke lantai 2 dan lantai 1. Tersangka keluar dari rumah korban melewati lantai 3 kembali.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Martuasah Tobingm mengatakan tersangka Cece ditangkap di bengkel sepeda motor di kawasan di Jalan Besar Pantai Labu. Setelah diperiksa, tersangka mengaku melakukan pencurian bersama dengan Fisal alias Etang (DPO).

"Modus operandi pelaku yakni membaca surat kabar atau media cetak tentang berita duka cita, khusus orang Tionghoa. Kemudian mereka mengecek alamat tersebut dan menginrainya, alu ketika keluarga tersebut pergi kerumah sosial tempat persemayaman barulah mereka membongkar rumah sasaran dan mengambil barang-barangnya," tegas Kompol Martuasah. AGEN DOMINO

0 komentar:

Posting Komentar