![]() |
| "Sejauh Mata Memandang" bergabung dengan larangan Jakarta atas kantong plastik sekali pakai |
ASLIKARTU - Label tekstil Indonesia "Sejauh Mata Memandang" bergabung dengan gerakan masyarakat sipil untuk membebaskan Jakarta dari ancaman limbah plastik sekali pakai karena pemerintah ibu kota secara resmi melarang penggunaannya di pusat perbelanjaan dan pasar sejak awal Juli 2020. Agen Poker
"Kami menyambut hangat Gerakan Jakarta Bebas Dari Sekali Pakai Kantong Plastik Sekali Pakai dengan mengikuti berbagai acara yang diadakan pada bulan Juli tahun ini," kata Pendiri dan Direktur Kreatif Sejauh Mata Memandang Chitra Subyakto dalam sebuah pernyataan yang diterima ANTARA di Jakarta, Minggu.
Subyakto mengatakan dia ingin melihat perubahan perilaku yang signifikan dari orang Indonesia terhadap lingkungan berkelanjutan di masa depan dengan menjadi lebih bertanggung jawab untuk mengelola limbah mereka sendiri.
Sejauh Mata Memandang telah secara konsisten terlibat dalam kampanye kesadaran publik tentang ancaman limbah plastik dengan mengadakan pameran seni instalasi dan beberapa program lainnya, katanya.
Pada bulan Juli, merek tekstil ini juga bergabung dengan upaya kolaborasi dengan organisasi seperti Greenpeace, Diet Kantong Plastik, dan Magnifique Indonesia, untuk meningkatkan kampanye kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, katanya.
Di antara acara-acara terkait kampanye kesadaran publik yang mereka mulai bulan ini adalah diskusi dan kampanye kesadaran plastik gratis.
Sejauh Mata Memandang juga bekerja dengan Komunitas @thebgbj untuk memulai program amal bagi pemulung di TPA Bantar Gebang di Bekasi, Provinsi Jawa Tengah.
Agen Domino
Itu juga akan membuat dan menjual masker wajah khusus di mana sebagian dari keuntungan yang akan diperoleh akan digunakan untuk menyediakan pemulung dengan paket makanan gratis selama sebulan, katanya.
Penggunaan kemasan plastik sudah umum di semua negara, termasuk Indonesia.
Dalam hal kantong plastik, sekitar 9,8 miliar kantong plastik digunakan di Indonesia setiap tahun, dan hampir 95 persennya akan berakhir sebagai limbah, Menteri Lingkungan dan Kehutanan Siti Nurbaya mencatat.
Jumlah sedotan plastik yang digunakan oleh orang Indonesia setiap hari mencapai sekitar 93 juta, naik dari sembilan persen pada 1995 menjadi 16 persen pada 2018, direktorat direktorat pengelolaan limbah kementerian telah memperkirakan.
Memang, ancaman puing-puing laut terus mengganggu Indonesia selama beberapa dekade terakhir. Pada tahun 2018, negara itu menyaksikan kenyataan yang suram, dengan kematian paus sperma baru-baru ini yang menelan hampir enam kilogram limbah plastik.
Berita tentang paus sperma yang malang (Physeter macrocephalus), yang bangkainya tersapu di Pulau Kapota, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada 19 November 2018, telah menarik perhatian beberapa organisasi media arus utama di dalam dan di luar negeri. Agen Sakong







0 komentar:
Posting Komentar