Kamis, 02 Juli 2020

Tindakan pencegahan meningkat terhadap flu babi

Tindakan pencegahan meningkat terhadap flu babi
Tindakan pencegahan meningkat terhadap flu babi

ASLIKARTU - Kementerian Kesehatan Indonesia meningkatkan tindakan pencegahan terhadap kemungkinan ancaman flu babi di masa depan setelah para ilmuwan Cina baru-baru ini memperingatkan bahwa virus influenza babi yang mengandung genotipe 4 (G4) berpotensi melompat ke manusia. Agen Poker

"Surveilans kami tetap ada untuk mendeteksi segala kemungkinan," Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Kementerian Kesehatan Indonesia Siti Nadia Tarmizi memberi tahu ANTARA di Jakarta, Kamis.

Namun, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertanian yang memiliki wilayah otorisasi mendeteksi pekerja di industri peternakan babi belum mendeteksi potensi penyebaran virus G4 EA H1N1 pada babi dan manusia di Indonesia, ungkapnya.

"Kami belum menerima laporan apa pun tentang masalah ini," katanya, seraya menambahkan bahwa virus terkait flu babi pada kenyataannya dikategorikan sebagai "penyakit yang sembuh sendiri".

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengelompokkannya menjadi influenza biasa yang vaksinnya telah tersedia, katanya.

Agen Domino

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan di Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita sebelumnya telah mengkonfirmasi bahwa Demam Babi Afrika (ASF) yang telah membunuh beberapa babi di Indonesia bukanlah flu babi.

Menurut ANTARA, kasus virus ASF yang dapat dilacak di Indonesia pada 2019 dan Februari 2020 telah membunuh ribuan babi di Sumatera Utara dan beberapa provinsi lain di Indonesia, termasuk Bali.

Selain dari Indonesia, virus ASF juga telah menyebar di negara-negara di Asia, termasuk Cina, Vietnam, dan Kamboja.

Wabah ini telah menimbulkan keprihatinan luas di kalangan orang-orang karena vaksin belum ditemukan untuk menyembuhkan virus ASF yang memiliki efek mematikan pada babi tetapi tidak akan mencemari manusia.

Mengenai virus G4 EA H1N1, Global Times China melaporkan sebelumnya bahwa para ilmuwan dari Universitas Pertanian Cina, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Cina, dan lembaga-lembaga lain baru-baru ini menerbitkan studi mereka dalam jurnal sains AS, PNAS.

Dalam laporan yang dipublikasikan, mereka mengungkapkan bahwa "virus influenza babi yang mengandung genotipe 4 (G4), yang menular di antara babi dan memiliki kemungkinan melompat ke manusia, karena virus G4, mampu mengikat dengan sel manusia", menurut Global Times. Agen Sakong

0 komentar:

Posting Komentar