Selasa, 11 Agustus 2020

Buku puisi yang belum pernah dilihat Sapardi Djoko Damono untuk istrinya dirilis

Buku puisi yang belum pernah dilihat Sapardi Djoko Damono untuk istrinya dirilis
Buku puisi yang belum pernah dilihat Sapardi Djoko Damono untuk istrinya dirilis

ASLIKARTU - Buku berisi 80 puisi yang ditulis almarhum penyair kenamaan Sapardi Djoko Damono untuk istrinya Sonya Sondakh resmi diluncurkan oleh penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU) pada Senin. Agen Poker

Sapardi menghabiskan dua tahun mempersiapkan buku, yang ia beri judul mBoel, panggilan akrab Sonya, dan rencananya dirilis pada hari ulang tahunnya pada Agustus sebelum ia meninggal pada Juli, menurut pernyataan yang diterima The Jakarta Post.

“Dia merencanakan semuanya sendiri,” kata Sonya. “Itu adalah bagian dari seluruh rencananya untuk tahun 2020.”

Sebagai penghormatan kepada istri Sapardi yang telah menjadi sahabat seumur hidupnya, mBoel diluncurkan di kediamannya di Tangerang Selatan dan di-streaming di Instagram Live.

Buku tersebut akan dimulai dengan empat puisinya, Hujan Bulan Juni (Hujan pada Juni), Aku Ingin (I Want), Di Restoran (At the Restaurant), dan Ketika Kau Tak Ada (When You're Not There), yang diterbitkan di sebuah surat kabar pada tahun 1989 dan yang difotokopi dan dikirim ke Sonya yang sedang belajar di Paris saat itu. Puisi-puisi tersebut menjadi begitu terkenal setelah diterbitkan di buku-buku lain dan berubah menjadi lagu sehingga Sapardi akhirnya hanya memilih untuk memasukkan Ketika Kau Tak Ada dalam mBoel.

Agen Domino

“Karya terakhirnya untuk orang yang paling dia cintai,” kata Kepala Sastra GPU, Mirna Yulistianti. Delapan puluh karya terakhir Sapardi telah direkam dalam buku ini.

Dipenuhi dengan karya Sapardi yang belum pernah dilihat sebelumnya, mBoel akan dijual di toko-toko dalam format hardcover mulai 17 Agustus.

Lahir pada tanggal 20 Maret 1940 di Surakarta, Jawa Tengah, Sapardi termasuk tokoh paling dihormati dalam sejarah sastra Indonesia.

Ia lulus dari Sekolah Sastra dan Budaya Universitas Gadjah Mada pada 1960-an dan kemudian belajar humaniora di Universitas Hawaii di Amerika Serikat dari 1970 hingga 1971.

Sapardi, yang menjabat sebagai dekan Fakultas Sastra Universitas Indonesia dari 1999 hingga 2004, menjadi terkenal karena koleksi puisinya yang terkenal, seperti Perahu Kertas (1983), Hujan Bulan Juni (1994) dan Arloji (2002).

Selain reputasinya sebagai penyair ternama, Sapardi juga dianggap sebagai sarjana yang sangat berpengaruh yang berkontribusi pada ekosistem seni yang berkembang pesat.

Dia meninggal pada 19 Juli karena penurunan fungsi organ. Agen Sakong

0 komentar:

Posting Komentar