![]() |
| 4.500 guru Cianjur menjalani tes usap sebelum melanjutkan kelas |
ASLIKARTU - Satgas COVID-19 Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, akan melakukan rapid test dan swab test terhadap 4.500 guru SLTA dan SMK sebagai prasyarat untuk melanjutkan pembelajaran tatap muka. Agen Poker
Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan di Jakarta, Rabu, pihaknya akan mempercepat pengujian COVID-19 terhadap guru.
Satgas bersama petugas kesehatan akan mendatangi setiap SMA dan SMK untuk memeriksa kesehatan guru, ujarnya.
“Kami sudah perintahkan Satgas dan Dinas Kesehatan untuk melakukan rapid test dan swab test kepada seluruh guru yang akan mengajar seperti biasa untuk memastikan mereka dalam keadaan sehat dan bebas COVID-19,” ujarnya.
Ujian telah menjadi wajib bagi semua guru di Kabupaten Cianjur. Pada tahap pertama, tes akan diwajibkan untuk guru sekolah menengah atas dan sekolah kejuruan, kemudian untuk guru sekolah menengah pertama dan sekolah dasar.
Agen Domino
"Kami (berusaha) memastikan tidak ada kasus baru COVID-19 yang ditemukan di Cianjur saat pembelajaran tatap muka dilanjutkan," kata Suherman.
Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Satgas COVID-19 Kabupaten Cianjur, Dr. Yusman Faisal, mengatakan, pihaknya menargetkan semua guru bisa diuji dalam waktu dua minggu.
Dia mengatakan lebih dari seribu guru telah mengikuti tes cepat dan usap beberapa waktu lalu.
Sejauh ini, kasus aktif telah menyumbang 23,7 persen dari total infeksi COVID-19 yang dikonfirmasi, menurut Dr.Dewi Nur Aisyah, anggota tim ahli satuan tugas COVID-19.
“Kasus aktif adalah banyaknya orang yang sakit saat ini. Bisa dirawat di rumah sakit atau diisolasi sendiri di rumah,” ujarnya saat jumpa pers di Graha BNPB di Jakarta, Rabu.
Saat ini jumlah kasus aktif telah mencapai 42.009 atau sekitar 23,7 persen dari total kasus. Sedangkan 72,1 persen atau 128.057 orang sejauh ini telah pulih dari infeksi tersebut.
Jumlah korban jiwa mencapai 7.505 orang atau sekitar 4,2 persen dari total kasus. Agen Sakong







0 komentar:
Posting Komentar