![]() |
| Akan menutup pabrik Khong Guan jika pekerja terinfeksi: otoritas |
ASLIKARTU - Otoritas Jakarta Timur telah mengisyaratkan akan memerintahkan penutupan sementara pabrik biskuit PT Khong Guan jika beberapa pekerjanya dinyatakan positif mengidap penyakit virus korona baru (COVID-19). Agen Poker
"Jika ada beberapa pekerja yang dipastikan terinfeksi, maka harus dilakukan prosedur penutupan," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Jakarta Timur, Galuh Prasiwi, Senin.
Keputusan akhir akan diambil setelah tim monitoring dan evaluasi mengunjungi pabrik biskuit pada Selasa (8 September 2020), katanya, seraya menambahkan bahwa identitas pekerja yang terinfeksi di pabrik dan jumlah pastinya belum diketahui.
Dalam perkembangan lainnya, Puskesmas Ciracas melaporkan bahwa 28 dari 170 orang yang mengikuti program rapid test di pabrik biskuit PT Khong Guan pada 28 Agustus 2020 menunjukkan hasil yang "reaktif", kata Camat Ciracas Mamad.
Mereka yang hasilnya "reaktif" diminta menjalani tes usap. Dari angka itu, setidaknya dua pekerja dinyatakan positif virus corona, ujarnya.
Infeksi virus corona awalnya muncul di kota Wuhan di Cina pada akhir 2019, sementara pemerintah Indonesia secara resmi mengumumkan kasus pertama yang dikonfirmasi di negara itu pada 2 Maret 2020.
Pada hari Senin, Indonesia mencatat 2.880 kasus baru COVID-19, sehingga jumlah total infeksi menjadi 196.989, menurut Satuan Tugas Penanggulangan COVID-19 negara itu.
Agen Domino
Dengan 2.077 orang pulih dari COVID-19, total pemulihan mencapai 140.652, sementara jumlah kematian menyentuh 8.130, dengan 105 orang meninggal karena penyakit tersebut selama periode 24 jam.
ANTARA melaporkan Jakarta tetap menjadi salah satu kontributor lonjakan kasus baru.
Menanggapi kenyataan yang menantang ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menegaskan kembali permintaannya kepada anggota Kabinet Indonesia Maju untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghentikan penyebaran infeksi COVID-19 yang muncul dari kantor, keluarga, dan klaster Pilkada.
"Hati-hati dengan jabatan, keluarga, dan nanti klaster Pilkada COVID-19. Mohon diingatkan berulang kali tentang aspek ini," kata Presiden Jokowi pada rapat kabinet penanganan masalah kesehatan dan pemulihan ekonomi untuk memperkuat reformasi, Senin.
Jokowi menegaskan, upaya pencegahan dan mitigasi terkait COVID-19 terutama menyasar tempat-tempat umum. “Namun kita melupakan klaster penyakit novel coronavirus yang sudah saya informasikan. Kita harus hati-hati dan hati-hati terhadap klaster tersebut,” tandasnya.
Jokowi mengatakan kelompok kantor dan keluarga ikut bertanggung jawab atas penyebaran COVID-19 di antara anggota komunitas, karena orang mungkin merasa aman dan karenanya melonggarkan penerapan tindakan pencegahan COVID-19.
“Berkaitan dengan keluarga dan cluster kantor, kami merasa aman di rumah dan di kantor, sehingga kami lupa melakukan tindakan preventif sesuai amanat protokol kesehatan,” tandas Presiden Jokowi. Agen Sakong







0 komentar:
Posting Komentar