![]() |
| Food estate Indonesia di Humbang Hasundutan dimulai tahun ini |
ASLIKARTU - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada hari Sabtu mengumumkan rencana kementerian untuk mengembangkan tanaman hortikultura di Desa Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara, di bawah Program Food Estate pemerintah yang akan dimulai tahun ini. Agen Poker
Program Food Estate tahap pertama ini akan dimulai di lahan pertanian seluas seribu hektar, kata Limpo dalam keterangan yang disampaikan kepada ANTARA di sini sehubungan dengan kunjungan kerjanya ke Desa Ria-Ria di Humbang Hasundutan (Humbahas) pada hari Sabtu.
“Kami berencana mengembangkan program food estate di lahan pertanian seluas 30 ribu hektare di Kabupaten Humbahas. Sebagai uji coba, tahun ini kami menggarap seribu hektare lahan pertanian,” katanya.
Terletak 1.400 meter di atas permukaan laut, Humbahas memiliki iklim yang kondusif untuk budidaya kentang dan bawang merah.
Kementerian itu terutama memprioritaskan pengembangan tanaman hortikultura untuk memenuhi permintaan bahan baku industri makanan, termasuk kentang dan bawang, katanya.
Selain mengunjungi Desa Ria-Ria, Limpo didampingi Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah juga meninjau rumah kasa pembibitan kentang di Desa Parsingguran II.
Agen Domino
Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa juga telah memperingatkan bahwa pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung dapat memicu kekurangan stok makanan.
Menanggapi peringatan ini, Indonesia menyadari pentingnya meningkatkan ketahanan pangan nasional di tengah pandemi COVID-19 global yang sedang berlangsung dan seterusnya.
Untuk itu, pemerintah telah menyusun program peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi pangan lokal, pengembangan sistem cadangan pangan, pertanian modern, dan ekspor.
Dengan fokus utama ketahanan pangan, pemerintah menggarap program food estate dengan juga mengembangkan 165 ribu hektar lahan menjadi lahan pertanian di Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah.
Menteri Limpo menegaskan food estate ini akan dikembangkan dengan menerapkan teknologi modern di bidang pertanian.
Menurut pantauan ANTARA, meskipun jumlah penduduk Indonesia terus meningkat, namun negara ini masih belum mencapai ketahanan pangan, yang menurut definisi terkait dengan "ketersediaan pangan, akses pangan, dan pemanfaatan pangan" (USAID 1995 dalam FAO).
Alih-alih memberi makan rakyatnya beras yang diproduksi oleh petani sendiri, pemerintah pusat sering kali mengimpor beras selama beberapa tahun terakhir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kondisi ini memang menjadi tantangan berat dan bukan pertanda baik dengan status Indonesia sebagai salah satu negara agraris teratas dunia.
Indonesia tidak boleh terus menerus mengimpor beras dari negara-negara, termasuk Thailand dan Vietnam, karena berpotensi merugikan petani lokal dan mengancam keamanan nasionalnya dalam jangka panjang. Agen Sakong







0 komentar:
Posting Komentar