![]() |
| Amin mengimbau para kepala daerah tetap berkomitmen memerangi stunting |
ASLIKARTU - Wakil Presiden Ma'ruf Amin dengan sungguh-sungguh mengharapkan komitmen yang teguh dan kuat dari para kepala daerah untuk menurunkan prevalensi stunting di kalangan anak-anak Indonesia, berdasarkan anggaran pemerintah pusat yang besar untuk mempercepat penanggulangan stunting. Agen Poker
“Dengan komitmen yang kuat dari para kepala daerah, pencegahan stunting dapat dijadikan prioritas pembangunan di daerah, dan untuk itu semua sumber daya yang diperlukan dapat dimobilisasi,” kata Amin dalam sambutan pembukaannya pada rapat koordinasi teknis virtual membahas percepatan. pencegahan stunting di sini pada hari Rabu.
Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran yang besar dan melaksanakan berbagai program bersama dengan pemerintah daerah setempat untuk mempercepat pengurangan stunting di daerah, kata Amin, yang merangkap Ketua Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).
Secara umum, penanganan stunting mencakup intervensi gizi khusus dengan perbaikan gizi dan kesehatan di samping intervensi gizi sensitif, seperti penyediaan air bersih dan sanitasi.
Keduanya memiliki peran 70 persen dalam keseluruhan upaya penanganan masalah stunting untuk menurunkan prevalensinya di kalangan anak.
Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, pemerintah telah mengalokasikan Rp27,5 triliun dari belanja yang ditawarkan kepada kementerian / lembaga (K / L) untuk percepatan penurunan stunting.
Agen Domino
Dana yang masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut akan digunakan oleh 20 kementerian dan lembaga (K / L) yang bertanggung jawab untuk mencapai 86 output guna menurunkan angka stunting di 260 kabupaten dan kota.
“Belanja K / L sebesar Rp27,5 triliun terdiri dari Rp1,8 triliun untuk intervensi spesifik, Rp24,9 triliun untuk intervensi sensitif, dan Rp800 miliar untuk dukungan koordinasi. Kami optimis anggaran sebesar ini benar-benar bermanfaat. berdampak pada penurunan jumlah anak stunting di Indonesia, ”kata Menkeu.
Selain belanja K / L, pemerintah mengalokasikan dana kepada pemerintah daerah, melalui Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD), untuk mendukung percepatan upaya penanganan stunting terintegrasi.
Pemerintah menargetkan angka prevalensi stunting nasional dapat diturunkan menjadi 14 persen pada tahun 2024. Pada tahun 2013, angka stunting pada anak di Indonesia tercatat sebesar 37,2 persen, dan angka ini terus menurun menjadi 30,8 persen pada tahun 2018.
Merujuk data Kementerian Kesehatan, pada 2019, sekitar 27,7 persen atau sekitar 6,5 juta anak balita di Indonesia mengalami stunting. Agen Sakong







0 komentar:
Posting Komentar