Rabu, 21 Oktober 2020

Laporan menunjukkan pemerintah mempercepat produksi pangan berkelanjutan

Laporan menunjukkan pemerintah mempercepat produksi pangan berkelanjutan


ASLIKARTU - Data laporan tahunan kabinet Joko Widodo (Jokowi) -Ma'ruf Amin, yang dikutip, Selasa, menunjukkan bahwa pemerintah di bawah pemerintahan Jokowi telah mempercepat produksi pangan berkelanjutan untuk menangkal peringatan Badan Pangan dan Pertanian (FAO) tentang kemungkinan kekurangan pangan. Agen Poker


"Sementara FAO mengeluarkan peringatan tentang potensi kelangkaan pangan di seluruh dunia di masa depan sebagai dampak pandemi COVID-19, pemerintah bergegas dalam persiapannya untuk memastikan produksi pangan nasional yang berkelanjutan," laporan tahunan yang dikutip di sini, Rabu.


Dengan fokus pada produksi pangan berkelanjutan, pemerintah berupaya untuk meningkatkan statistik pangan dengan menggunakan Kerangka Area Sampel, memperluas areal tanam baru, dan melakukan pengembangan food estate.


Pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan Badan Pusat Statistik (BPS) sependapat dengan keseragaman data luas persawahan, khususnya untuk tanaman padi dalam kurun waktu 100 hari setelah tanam, sesuai dengan target yang ditetapkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. .


Berdasarkan data citra satelit, luas areal persawahan di Indonesia mengalami penurunan menjadi 7,1 juta hektar dari sebelumnya 7,75 juta hektar pada tahun 2013.

Agen Domino

Namun berdasarkan data yang diverifikasi Kementerian Agraria dan Tata Ruang, luas areal persawahan terkini di Tanah Air seluas 7.463.948 hektare.


Kementerian Pertanian kembali berupaya menggenjot cadangan pangan nasional tahun ini dengan melakukan perluasan beberapa areal tanam baru seluas 250 ribu hektare yang tersebar di beberapa daerah, seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, dan Bengkulu.


Apalagi, dalam menanggapi peringatan FAO tentang potensi kekurangan pangan di masa depan, Presiden Jokowi telah menginisiasi program sistem pertanian dan penyimpanan pangan terintegrasi, yang disebut Food Estate, di Kalimantan Tengah.


Dari total 165 ribu hektare lahan rawa yang diperuntukkan bagi pengembangan food estate di Kalimantan Tengah, pemerintah memberikan prioritas utama untuk penggarapan lahan seluas 30 ribu hektare yang tersebar di Kecamatan Kapuas dan Pulang Pisau. Agen Sakong

0 komentar:

Posting Komentar