![]() |
| Arso Kota Papua masih dijaga oleh 400 personel polisi |
ASLIKARTU - Sebanyak 400 personel polisi terus mengamankan Arso Kota, Kecamatan Arso, Kabupaten Keerom, Papua, sebagai langkah pencegahan terhadap insiden tak diinginkan menyusul aksi kekerasan, Kamis, di mana dua gedung pemerintah daerah dibakar. Agen Poker
Empat pengunjuk rasa, yang diidentifikasi sebagai AS, RAM, JD, dan RM, berada di bawah tahanan polisi untuk diinterogasi, Kepala Polisi Keerom Ajun Sen. Coms. Joko Mujiono kepada ANTARA yang menghubunginya dari Jayapura, ibu kota Provinsi Papua, pada Jumat.
Penyidik polisi menginterogasi keempatnya untuk mengungkap keterlibatan mereka dalam kerusuhan Arso yang meletus menyusul pengumuman hasil tes rekrutmen PNS baru-baru ini yang mungkin memicu rasa kecewa beberapa warga sekitar.
Saat ini, rasa normal telah pulih di kota, meskipun 400 personel polisi masih ditempatkan di sana sebagai tindakan pencegahan terhadap kemungkinan yang tidak diinginkan, katanya.
Mujiono mengklarifikasi bahwa anak buahnya telah melepaskan tembakan peringatan dan gas air mata untuk membubarkan massa yang bersenjatakan parang dan panah, memblokade ruas jalan Trans-Papua, karena masyarakat juga menyerang polisi dengan batu.
"Tembakan peringatan dan gas air mata dilakukan untuk membubarkan massa, sehingga ruas jalan Trans-Papua kembali bisa dilalui," ujarnya.
Ratusan orang di Arso Kota, Distrik Keerom, menggelar protes dengan kekerasan. Beberapa pengunjuk rasa, kecewa dengan hasil tes rekrutmen pegawai negeri baru-baru ini, membakar dua gedung pemerintah daerah.
Bangunan yang rusak itu milik Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Kabupaten dan Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan.
Protes kekerasan telah berulang kali meletus di provinsi Papua dan Papua Barat di Indonesia selama dua tahun terakhir.
Tahun lalu, Papua dan Papua Barat berada di bawah radar media Indonesia dan asing setelah serentetan kekerasan meletus di beberapa bagian di dua provinsi di Indonesia ini pada Agustus dan September 2019.
Pada 28 Agustus 2019, kekerasan meletus di Distrik Deiyai, sekitar 500 kilometer dari Jayapura, yang mengakibatkan tewasnya seorang tentara TNI dan dua warga sipil.
Agen Domino
Warga asli Papua di Jayapura kembali menggelar aksi protes pada 29 Agustus 2019, saat mereka melampiaskan kemarahan atas dugaan perilaku rasis terhadap warga Papua di Surabaya, namun aksi mereka kemudian berubah menjadi kekerasan.







0 komentar:
Posting Komentar