![]() |
| Guru Sumatera Barat mendonasikan perlengkapan sekolah untuk anak-anak Papua |
ASLIKARTU - Guru dan kepala sekolah di Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat, mengumpulkan perlengkapan sekolah untuk disumbangkan kepada siswa Papua melalui Operasi Pendidikan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kabupaten Keerom, Provinsi Papua. Agen Poker
Pemprov Payakumbuh menyerahkan perlengkapan sekolah kepada personel TNI untuk diterjunkan dalam pelaksanaan Operasi Mengajar TNI di Kabupaten Keerom, kata Sekretaris Pemerintah Kota, Rida Ananda, di Jakarta, Jumat.
“Semoga bekal perlengkapan sekolah bisa bermanfaat untuk saudara-saudara kita di Papua, dan para personel TNI bisa terus mengabdi kepada bangsa dan negara,” kata Ananda saat menyerahkan perlengkapan sekolah di SDN 04 Payakumbuh.
Bantuan berupa 137 pasang seragam sekolah dasar, 127 pasang seragam sekolah menengah pertama, 18 baju putih untuk siswa sekolah menengah pertama, dan 400 buku catatan diterima oleh Letnan satu Yos Elza Rony dari Kodam 131 Braja Sakti.
Bantuan perlengkapan sekolah tersebut diprakarsai oleh para kepala sekolah yang tergabung dalam Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar (K3S) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat.
ANTARA mencatat, tentara Indonesia yang ditempatkan di Papua dan Papua Barat telah menunjukkan kemampuan teladan dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di kedua provinsi selama beberapa dekade dalam upaya menjaga keutuhan wilayah negara.
Agen Domino
Para prajurit tersebut terutama ditugaskan untuk mengamankan perdamaian dan stabilitas di provinsi paling timur negara itu. Namun, mereka secara bersamaan juga tinggal dan berbaur dengan anggota komunitas lokal, sehingga menawarkan mereka sekilas tentang tantangan yang dihadapi oleh penduduk asli Papua dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Kedua provinsi tersebut mengalami kekurangan tenaga pengajar karena penduduk asli Papua tidak hanya tinggal di daerah pesisir tetapi juga di daerah pegunungan dan perbukitan yang terpencil.
Oleh karena itu, pembangunan sumber daya manusia di Papua dan Papua Barat tetap menjadi tantangan yang sulit, karena nilai indeks pembangunan manusia di provinsi-provinsi tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia.
Merujuk pada indeks pembangunan manusia Indonesia 2019, skor Papua dan Papua Barat masing-masing tercatat 64,7 dan 60,84.
Menghadapi kenyataan yang menantang ini, para komandan telah menugaskan tentara, terutama yang ditempatkan di dekat daerah perbatasan Indonesia-Papua New Guinea (PNG), untuk menjadi guru sukarela di sekolah.
Beberapa anggota Satgas Keamanan Perbatasan Indonesia-Papua New Guinea (PNG) di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, dengan mahir memikul tanggung jawab ini.
Mereka telah memberikan bantuan sukarela kepada para guru di 12 sekolah dasar di kecamatan Sota, Neukenjerai, Eligobel, dan Ulilin di Kabupaten Merauke sejak Juli 2019.
Komandan Satgas Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Batalyon Infanteri MR 411 / PDW Mayor Rizky Aditya mengatakan dalam keterangan yang disampaikan kepada ANTARA Februari lalu bahwa mereka mengajarkan membaca, menulis, dan matematika kepada siswa.
Sebagai contoh nyata, aparat TNI melakukan pembinaan terhadap siswa SD Kristen Sota, salah satu sekolah yang berada di wilayah perbatasan Indonesia-PNG.
Aditya menyoroti keinginan anak buahnya untuk mengisi kesenjangan kekurangan guru di sana.
Sersan Mayor Catur Budi Satriyo, anggota Posko Kout Sota, termasuk prajurit yang rutin mengajar membaca, menulis, dan matematika di sekolah milik Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) itu.







0 komentar:
Posting Komentar