![]() |
| Pemerintah membentuk tim pencari fakta untuk mengusut penembakan Intan Jaya |
ASLIKARTU - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD membentuk tim gabungan pencari fakta untuk mengusut penyerangan di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua yang menewaskan dua tentara dan dua warga sipil. Agen Poker
“Hari ini kami membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk kasus Intan Jaya melalui SK Nomor 83 Tahun 2020,” ujarnya dalam jumpa pers online, Jumat.
Menteri telah menunjuk Kapolri sehari-hari, Benny Mamoto, sebagai Ketua Tim Pencari Fakta, dan Deputi Bidang Koordinasi Hukum dan HAM, Sugeng Purnomo, sebagai Wakil Kapolri.
“Tim tersebut akan ditugaskan selama dua minggu mulai dikeluarkannya SK ini. Mereka akan melaporkan hasilnya (penyidikan) ke Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, ”ujarnya.
Agen Domino
Tim ini beranggotakan 18 orang, yang berasal dari TNI, Polri, Kantor Staf Kepresidenan, dan tokoh masyarakat Papua.
Diberitakan sebelumnya bahwa sebuah kelompok sipil bersenjata di Hitadipa, Papua, telah menembak mati dua anggota militer Indonesia, seorang sipil, dan seorang pendeta. Militer Indonesia mengatakan penembakan itu bertujuan untuk menarik perhatian, terutama menjelang Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.
“Pada 17-19 September (2020), warga sipil dan anggota militer ditembak mati di Intan Jaya, Papua. Penembakan itu telah memicu perdebatan tentang siapa yang menembak dan siapa yang ditembak, ”kata menteri itu.
Dia mengatakan kelompok sipil bersenjata, yang menurut militer dan polisi Indonesia bertanggung jawab atas penembakan itu, telah mengajukan tuntutan balasan terhadap badan keamanan.
“Ini (insiden penembakan) terakhir yang banyak diperdebatkan dengan meninggalnya pastor Yeremia. Belum jelas apakah dia ditembak mati, karena aparat keamanan sudah kesulitan bertemu dengan keluarganya, apalagi melihat jenazahnya, ”imbuhnya.
Pemerintah akan tetap teguh menegakkan hukum sebagaimana adanya dan mengungkapkan fakta sebenarnya kepada publik, ujarnya.
“Kami telah menerima banyak masukan dan lamaran dari tokoh-tokoh sosial dan agama serta pihak-pihak lain yang menyerukan segera, penegakan hukum yang berat dan pembentukan tim pencari fakta,” tambahnya. Agen Sakong







0 komentar:
Posting Komentar