![]() |
| LIPI meluncurkan tiga buku tentang orang asli Papua |
ASLIKARTU - Pusat Penelitian Demografi di bawah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah meluncurkan tiga buku tentang kondisi sosial demografi penduduk asli Papua yang terjebak dalam persilangan kekerasan bersenjata selama beberapa tahun terakhir. Agen Poker
Buku-buku baru yang berisi hasil kajian sosial demografi yang dilakukan di Kabupaten Sorong dan Tambrauw, Provinsi Papua Barat, pada tahun 2019 ini diluncurkan oleh Wakil LIPI bidang Ilmu Sosial dan Humaniora, Tri Nuke Pudjiastuti, melalui video conference di sini, Kamis.
Dalam peluncuran tersebut, ia menyoroti pentingnya pemahaman yang komprehensif tentang kondisi sosial dan demografi penduduk asli Papua dan bagaimana mereka berubah karena hal itu dapat dijadikan landasan untuk menyusun berbagai kebijakan pembangunan.
Agen Domino
Ia menilai kondisi sosial dan demografi penduduk asli Papua dipengaruhi oleh isu-isu terkait sumber daya manusia.
Oleh karena itu, strategi pengembangan sumber daya manusia harus menjadi landasan program pembangunan jangka pendek, menengah, dan panjang di Papua, katanya, seraya menambahkan bahwa strategi tersebut akan kompleks dan berkaitan erat dengan kesehatan dan pendidikan.
Ketiga buku yang diluncurkan pada hari Kamis tersebut adalah Orang Asli Papua: Kondisi Sosial Demografi dan Perubahannya (Native Papuans: Social Demographic Condition and Its Changes), Pendidikan Sebagai Jalan Terang: Membangun Pendidikan yang Responsif terhadap Kondisi Geografis, Demografi, Sosial (Education as a Bright Way) : Membangun Pendidikan Responsif Menuju Kondisi Geografis, Demografi, Sosial, dan Budaya Orang Asli Papua), dan Kesehatan Ibu dan Anak Orang Asli Papua: Antara layanan Layanan dan Tantangan Sosial Budaya (Kesehatan Ibu dan Anak Asli Papua: Antara Ketersediaan Layanan dan Tantangan Sosial-Budaya).
Selama sembilan bulan terakhir, kelompok kriminal bersenjata Papua yang beroperasi di Intan Jaya, Papua, dilaporkan terlibat dalam 17 tindak kekerasan terhadap warga sipil dan aparat keamanan yang tidak bersalah.
Kekerasan tersebut telah menyebabkan kematian enam orang, termasuk anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), menurut Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw.
Penjahat bersenjata tidak hanya menyerang warga sipil dan personel keamanan, tetapi juga membakar beberapa ekskavator dan kios, katanya. Agen Sakong







0 komentar:
Posting Komentar