Kamis, 12 November 2020

1000 warga dievakuasi menyusul aktivitas vulkanik Gunung Merapi

1000 warga dievakuasi menyusul aktivitas vulkanik Gunung Merapi


ASLIKARTU - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa lebih dari seribu warga dievakuasi ke Kabupaten Boyolali, Magelang, Klaten, dan Sleman setelah lonjakan aktivitas vulkanik Gunung Merapi. Agen Poker


Sebagian besar pengungsi adalah orang-orang yang rentan, seperti lansia, anak-anak, balita, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan ibu menyusui, kata juru bicara lembaga tersebut, Raditya Jati, seperti dikutip ANTARA di Jakarta, Kamis.


Sebanyak 835 dari total pengungsi dipindahkan ke Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, sedangkan 203 lainnya dievakuasi ke Kabupaten Sleman, Yogyakarta; 133 ke Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah; dan 123 ke Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, ujarnya.


Para pengungsi telah ditampung di tempat penampungan sementara. Selama mereka tinggal, mereka telah melihat makanan dan minuman yang disajikan serta menawarkan layanan medis, katanya.


Relawan memasak makanan di dapur umum dan truk dapur keliling, sementara mereka yang bekerja di puskesmas darurat menyediakan layanan siaga 24 jam, kata Jati, seraya menambahkan bahwa administrator desa menawarkan tempat dan relawan untuk para pengungsi.


“Situasi ini ternyata menguak ketangguhan desa kembar dalam melakukan upaya mitigasi bencana. Warga desa aman membantu warga desa terdampak,” ujarnya.


Awal pekan ini, Palang Merah Indonesia (PMI) telah mengeluarkan beberapa ribu pakaian hamzat dan pelindung wajah untuk melindungi warga terdampak di zona bencana akibat peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi di Yogyakarta dan Jawa Tengah di tengah pandemi COVID-19.

Agen Domino

Selain membagikan jas hazmat, pelindung wajah, dan masker bedah, PMI mengerahkan relawannya ke zona bencana untuk membantu evakuasi mereka yang membutuhkan dan memfasilitasi upaya mitigasi lainnya.


Menurut Sekretaris Jenderal PMI Sudirman Said, paket bantuan tersebut dibagikan kepada para pengungsi yang tinggal di tempat penampungan sementara dan penyelamat di darat untuk melindungi mereka dari sirkulasi abu vulkanik yang mungkin berdampak buruk pada kesehatan pernapasan mereka.


Untuk membantu upaya evakuasi dan mitigasi, PMI juga mengirimkan dua Hagglund ke daerah yang tidak mudah dijangkau oleh kendaraan.


Gunung Merapi sering meletus selama satu dekade terakhir. Pada 2010, ANTARA mencatat letusannya merenggut 300 nyawa.


Pada 21 Juni 2020, gunung api setinggi 2.930 meter yang terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah itu kembali meletus dua kali, menghasilkan kolom abu setinggi enam ribu meter.


Saat itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman (BPBD) Makwan mengungkapkan ketinggian kolom abu letusan pertama diperkirakan mencapai enam ribu meter dari puncak Gunung Merapi, sedangkan amplitudonya tercatat 75 milimeter.


Namun, pada dua letusan tersebut tidak ada hujan abu dan situasi tetap aman di Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta, tegasnya.


Sementara itu, pada 9 November 2020, sekitar 50 warga desa, sebagian besar balita, ibu hamil, dan lansia yang berada di lereng Gunung Merapi dievakuasi ke tempat pengungsian sementara di Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, sebagai langkah antisipasi terhadap letusan gunung tersebut. .


Menurut Solekan, tokoh masyarakat dan relawan, pengungsi tersebut berasal dari Desa Dukuh Stabelan dan Takeran. Jumlah pengungsi diperkirakan akan meningkat karena lebih banyak warga akan segera dipindahkan ke daerah yang lebih aman, katanya.


Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, PMI (Palang Merah), petugas mitigasi bencana setempat, dan relawan, melakukan evakuasi dengan menerapkan protokol kesehatan yang dipersyaratkan terhadap COVID-19, katanya. Agen Sakong


0 komentar:

Posting Komentar