![]() |
| Gunung Sinabung kembali memuntahkan awan abu panas |
ASLIKARTU - Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, memuntahkan awan abu panas selama dua hari berturut-turut pada Sabtu, menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Agen Poker
Amplitudo awan abu panas tercatat 100 mm, sedangkan durasinya mencapai 158 detik, kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Sinabung Armen Putra di sini, Sabtu.
Awan vulkanik bergerak ke arah timur dan tenggara, dengan jarak luncur sekitar 1.500 meter, katanya.
Putra memperingatkan warga sekitar agar tidak memasuki zona merah gunung berapi karena aktivitas vulkanik yang tinggi dan status waspada.
Gunung berapi setinggi 2.451 itu telah memuntahkan awan abu panas sebelumnya pada hari Jumat dan telah meletus pada tanggal 29 Oktober 2020, memuntahkan awan abu raksasa dua ribu meter ke arah timur dan tenggara serta kolom abu setinggi 1.500 meter.
Gunung Sinabung berulang kali meletus sejak 2010. Letusannya yang sporadis telah mengakibatkan puluhan ribu orang mengungsi di zona bencana. Saat ini, status waspada gunung berapi tersebut berada di Level III.
Penduduk lokal dan pengunjung dilarang menjelajahi dalam radius radial tiga kilometer (km) dari puncak Gunung Sinabung, dan radius sektoral 5 km di sektor tenggara, dan 4 km di sektor timur-utara.
Gunung berapi itu meletus pada pagi hari tanggal 8 Agustus 2020, menghasilkan kolom abu setinggi 2.000 meter. Letusan tersebut sempat melanda warga di Kecamatan Teran, Berastagi, Simpang 4, dan Merdeka.
Saat itu, Pemkab Karo telah membagikan 1.500 masker kepada warga sekitar untuk melindungi mereka dari abu vulkanik letusan dan penyakit novel coronavirus (COVID-19).
Masker wajah dibagikan kepada pengendara, pengemudi, dan warga yang berkeliaran di luar ruangan, kata Penjabat Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo, Natanail Perangin-angin, mengatakan.
"Penduduk setempat harus memakai masker untuk menutupi mulut dan hidung," kata Perangin-angin, seraya menambahkan bahwa masker juga telah diamanatkan dalam protokol kesehatan pemerintah untuk menahan penyebaran pandemi COVID-19. Agen Sakong







0 komentar:
Posting Komentar