Selasa, 17 November 2020

Indonesia menargetkan imunisasi COVID-19 pada akhir Desember

Indonesia menargetkan imunisasi COVID-19 pada akhir Desember


ASLIKARTU - Selama beberapa bulan terakhir, pemerintah Indonesia proaktif dalam pengadaan vaksin COVID-19 dari berbagai sumber karena diyakini ketika masyarakat sehat, perekonomian juga akan sehat. Agen Poker


Dalam rapat kabinet terbatas membahas rencana pengadaan dan pelaksanaan imunisasi di Istana Merdeka, Jakarta, pada 26 Oktober 2020, Presiden Joko Widodo mengimbau jajarannya agar tidak menunda penyelesaian timeline vaksinasi dengan tetap memperhatikan. dari beberapa faktor pendukung.


Dia memerintahkan pejabat untuk segera merumuskan rencana vaksinasi regional dan memetakan individu yang perlu divaksinasi, termasuk mereka yang akan divaksinasi secara gratis dan mereka yang akan membayarnya.


“Semuanya harus direncanakan dan disiapkan secara detail,” tegas Presiden.

Agen Domino

Kepala negara juga menghimbau adanya pelatihan dan simulasi, baik bagi petugas kesehatan maupun petugas keamanan, bahkan relawan yang nantinya akan dilibatkan dalam pemberian vaksin.


Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, program vaksinasi COVID-19 kemungkinan akan dimulai pada minggu ketiga Desember 2020.


Program vaksinasi awal akan menargetkan sekitar sembilan juta orang, termasuk petugas kesehatan dan aparat penegak hukum, antara lain di Jakarta dan Bali.


“Kami sangat ingin melihat Bali menjadi zona hijau [dengan risiko rendah penularan COVID-19], yang menjadi target kami. Kami optimis Bali menjadi zona hijau pada awal tahun depan, karena kami akan mulai vaksinasi di Minggu ketiga Desember, "kata Pandjaitan.


Sementara rencana vaksinasi sedang berjalan, Satuan Tugas untuk Penanggulangan COVID-19 mengatakan telah memastikan stok obat COVID-19 di negara itu mencukupi dan akan bertahan hingga Desember tahun ini.


"Untuk mengantisipasi permintaan obat hingga Desember 2020, pemerintah terus melanjutkan penyediaan obat COVID-19," kata juru bicara Satgas Wiku Adisasmito.


Pada saat yang sama, Satgas terus berupaya meningkatkan disiplin masyarakat dalam pelaksanaan protokol kesehatan.


Sementara itu, untuk menjamin ketersediaan vaksin bagi masyarakat Indonesia, pemerintah telah menjalin kerja sama pengadaan vaksin dengan beberapa negara, termasuk China. Kolaborasi dengan China melibatkan tiga produsen vaksin - Sinovac, Sinopharm, dan CanSino.


Indonesia juga telah menjalin kemitraan vaksin dengan G42 Uni Emirat Arab dan AstraZeneca Inggris.


Pemerintah juga mendukung upaya penelitian untuk mengembangkan vaksin COVID-19 milik negara, Merah Putih (Merah Putih), yang dinamai sesuai warna bendera nasional.


Kementerian Keuangan berencana menyuntikkan dana Rp2 triliun kepada induk perusahaan farmasi milik negara PT Bio Farma tahun ini untuk pengadaan vaksin COVID-19, kata Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Isa Rachmatawarta, dalam diskusi online belum lama ini. .


Pemerintah akan melimpahkan kewenangan kepada Bio Farma untuk menyalurkan dana - yang dikeluarkan dalam bentuk penyertaan modal negara untuk pengadaan vaksin COVID-19 dan pembangunan sarana dan prasarana kesehatan - kepada perusahaan farmasi milik negara lainnya, PT Kimia Farma. Tbk dan PT Indofarma Tbk.


Saat ini Bio Farma bekerja sama dengan Universitas Pandjajaran sedang melakukan uji klinis tahap ketiga untuk vaksin Sinovac China di Bandung, Jawa Barat.


Sejauh ini tidak ada tanda bahaya besar dalam uji klinis fase ketiga vaksin Sinovac, kata Kusnadi Rusmil, kepala tim peneliti uji klinis COVID-19.


“Saya kira sampai saat ini pengamanannya masih bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya seraya menambahkan bahwa uji klinis fase 3 tidak dilakukan secara terburu-buru.


Uji klinis dilakukan secara multi-center, karena uji coba vaksin sedang dilakukan di beberapa negara, termasuk Brasil dan Turki, katanya. Pemerintah Indonesia akan membandingkan hasil uji klinis vaksin Sinovac di Bandung dengan yang dilakukan di negara lain, tambahnya.


Menarik dari pengalamannya sendiri dalam studi klinis vaksin, dia mengatakan uji klinis vaksin Sinovac sejauh ini menunjukkan keamanannya.


Sementara itu, Palang Merah Indonesia (PMI) menawarkan jasanya untuk membantu pendistribusian vaksin COVID-19 ke seluruh negeri jika stok tersedia sebelum program vaksinasi.


Sekitar 230 unit transfusi darah PMI di seluruh Indonesia telah disiapkan untuk difungsikan sebagai pusat vaksinasi, sementara ribuan relawan PMI telah disiapkan untuk membantu proses distribusi vaksin, kata ketua PMI Jusuf Kalla.


Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebelumnya sempat memuji upaya pemerintah mengamankan pasokan vaksin COVID-19 dan menuntutnya memastikan ketersediaan vaksin yang aman dan efektif untuk program imunisasi yang direncanakan.


Dalam suratnya kepada Kementerian Kesehatan, pengurus pusat IDI memuji pemerintah karena memprioritaskan program vaksinasi bagi tenaga medis.


Namun, ketua IDI Daeng M Faqih, yang menandatangani surat tersebut, menyoroti pentingnya memastikan keamanan, efektivitas, dan imunogenisitas vaksin COVID-19 ditetapkan sebelum diberikan kepada masyarakat Indonesia.


Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan agar program vaksinasi tidak dilakukan secara terburu-buru, katanya, seraya menambahkan bahwa vaksin yang dibutuhkan dapat diperiksa melalui hasil uji klinis Tahap 3 yang dipublikasikan.


Faqih lebih lanjut mengungkapkan bagaimana negara-negara lain juga berhati-hati dalam hal imunisasi COVID-19 dengan menunggu lebih banyak data yang dipublikasikan tentang hasil uji klinis Fase 3.


Realitas ini menunjukkan bahwa program vaksinasi tidak boleh dilakukan secara terburu-buru, ujarnya.


Untuk melakukan vaksinasi, pemerintah Indonesia juga harus mendapatkan persetujuan Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Agen Sakong

0 komentar:

Posting Komentar