![]() |
| Kelompok hak asasi manusia Papua mengutuk serangan bersenjata terhadap pelajar |
ASLIKARTU - Advokat Papua Kebijakan dan Hak Asasi Manusia (PAK HAM) mengutuk insiden penembakan fatal di Kecamatan Ilaga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua, pada Jumat (20/11) yang menewaskan Atanius Murib (16) dan melukai Manus Murib (16). Agen Poker
"Pelaku telah memilih tindakan kekerasan yang mematikan sebagai cara untuk mencapai tujuannya," kata Direktur PAK HAM Matius Murib dalam keterangan pers di Jayapura, ibu kota Provinsi Papua, Minggu.
Matius Murib berkata bahwa mengambil nyawa manusia adalah otoritas Tuhan, dan menyerang Atanius Murib dan Manus Murib, dua siswa lokal, tidak pernah bisa dibenarkan dengan alasan apapun. Dalam kaitan ini, pelaku telah melakukan pelanggaran HAM berat.
Oleh karena itu, mereka harus diadili, katanya sambil mendesak masyarakat dan aparat keamanan setempat untuk mendukung kampanye menjadikan Desember 2020 sebagai bulan damai untuk menciptakan "Papua sebagai rumah damai" dengan menghentikan segala bentuk kekerasan.
Kapolres Puncak Ajun Komisaris Comdecky Saragih sebelumnya mengungkapkan, penyerang bersenjata tak dikenal menembak kedua mahasiswa itu pada Jumat. Atanius Murib tewas di TKP sedangkan Manus Murib selamat dari insiden penembakan tersebut.
Manus Murib selamat dari insiden penembakan yang terjadi sekitar pukul 06.00 waktu setempat setelah berpura-pura mati. Sebelum dievakuasi ke Timika, dia memberi tahu polisi bahwa dia dan Atanius Murib diserang dalam perjalanan ke Kecamatan Agandume.
Kedua siswa tersebut ditembak dari ketinggian di dalam hutan antara Kecamatan Agandume dan Dume. Penyerang mereka kemudian turun untuk memeriksa para korban, dan mengambil foto mereka sebelum meninggalkan TKP, kata Saragih.
Setelah mengetahui penyerang telah meninggalkan daerah tersebut, Manus Murib mengatakan kepada polisi bahwa ia berusaha mencari bantuan warga Desa Jakimaki. Seorang pastor dan beberapa penduduk desa membawa Murib ke Puskesmas Ilaga untuk mendapatkan perawatan medis.
Atanius Murib yang meninggal akan dievakuasi oleh keluarganya untuk dimakamkan di desanya, tambah Saragih.
Provinsi Papua di Indonesia terus menjadi saksi lingkaran setan kekerasan, dengan kelompok kriminal bersenjata Papua di distrik Intan Jaya dan Nduga menargetkan warga sipil dan personel keamanan selama beberapa bulan terakhir.
Intan Jaya mencatat bulan paling berdarah pada September tahun ini, dengan kelompok bersenjata melancarkan serangkaian serangan di daerah itu yang merenggut nyawa dua tentara dan dua warga sipil serta melukai dua lainnya.
Kelompok bersenjata terkenal di provinsi Indonesia melanjutkan aksi teror mereka pada bulan Oktober.
Pada 9 Oktober 2020, misalnya, kelompok bersenjata menyergap Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang dibentuk pemerintah untuk mengusut penembakan yang terjadi belum lama ini di Desa Mamba, Kecamatan Sugapa.
Dalam kejadian tersebut, seorang anggota TGPF - dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) Bambang Purwoko - ditembak di kaki, sementara seorang prajurit TNI - Sersan Satu Faisal Akbar dari Satgas Hitadipa - mengalami luka di bagian pinggang. Agen Sakong







0 komentar:
Posting Komentar