Senin, 02 November 2020

Peringatan kematian siswa untuk mengevaluasi kembali sekolah online: KPA

Peringatan kematian siswa untuk mengevaluasi kembali sekolah online: KPA


ASLIKARTU - Komisioner Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Pendidikan Retno Listyarti mengatakan, kematian tiga siswa akibat tekanan pembelajaran jarak jauh harus dijadikan peringatan untuk memperbaiki sistem persekolahan online. Agen Poker


“Jangan mengesampingkan hal ini dan anggap sistem pembelajaran jarak jauh sudah cukup baik. Mengingat tewasnya tiga siswa, ini berarti ada yang tidak beres,” tandasnya, saat membenarkan pemberitaan di Jakarta, Senin.


Insiden semacam itu membutuhkan pemantauan dan evaluasi sistem, katanya dan menyatakan keprihatinan atas kemungkinan korban lain di masa depan karena tekanan pembelajaran jarak jauh.


Dia mengatakan bahwa dia memahami akan agak bermasalah bagi sekolah untuk melakukan kegiatan belajar secara langsung karena pandemi COVID-19 belum melambat, yang berarti, pilihannya sangat terbatas. Jika pembelajaran jarak jauh dilanjutkan, peningkatan akan menjadi penting di masa depan, tambahnya.

Agen Domino

“Mengingat saat ini kita sudah memasuki tahap kedua, setelah tahap pertama pada Maret hingga Juni (2020) perlu dilakukan perbaikan,” tegasnya.


Komisi tersebut mengatakan belum melihat perubahan signifikan dalam implementasi pembelajaran jarak jauh di negara ini, meskipun beberapa kebijakan telah dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.


Terlepas dari pedoman pembelajaran jarak jauh yang tercantum dalam Surat Edaran Kementerian (nomor 15 tahun 2020), penelitian komisi menemukan bahwa masih banyak sekolah yang berjuang dengan penerapannya.


Listyarti menjelaskan, kerancuan tersebut terjadi di sejumlah daerah, dan diduga disebabkan oleh minimnya sosialisasi.


“Dinas Pendidikan belum melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah,” ujarnya.


Ia menilai masih ada persoalan di kementerian terkait sosialisasi sistem di tingkat dinas dan satuan pendidikan yang berdampak pada penerapan pembelajaran jarak jauh.


Menurut laporan, seorang siswa tingkat dasar meninggal karena dugaan pelecehan orang tua atas kesulitan yang dihadapi selama kegiatan pembelajaran jarak jauh. Kematian seorang siswa sekolah menengah di kabupaten Tarakan Kalimantan Utara dan seorang siswa sekolah menengah di kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan juga terkait dengan tekanan pembelajaran jarak jauh. Agen Sakong

0 komentar:

Posting Komentar