![]() |
| Polisi meningkatkan patroli di pesisir timur Aceh melawan kejahatan narkoba |
ASLIKARTU - Kepolisian Aceh terus mengintensifkan patroli di perairan pesisir timur provinsi itu untuk memangkas aktivitas peredaran narkoba lintas negara. Agen Poker
"Wilayah pesisir timur Aceh memiliki beberapa jalur dan pelabuhan kecil yang rawan penyelundupan obat-obatan terlarang, khususnya sabu," kata Kapolres Aceh Irjen Wahyu Widada seperti dikutip ANTARA di Jakarta, Sabtu.
Garis pantai timur provinsi ini sering digunakan sindikat narkoba transnasional sebagai pintu masuk penyelundupan paket obat terlarang ke Indonesia.
Karenanya, mengintensifkan patroli laut dipandang penting untuk memutus rantai pasokan obat-obatan terlarang dari luar negeri. Dengan begitu, Polda Aceh bisa menyelamatkan pemuda Aceh agar tidak terjerumus ke dalam lingkaran setan kecanduan narkoba, ujarnya.
Untuk menindak jaringan narkoba, Polda Aceh tidak bisa bekerja sendirian. Sebaliknya, menjalin sinergi dengan instansi pemerintah terkait lainnya merupakan kebutuhan mendesak mengingat luasnya garis pantai timur Provinsi Aceh dan kedekatannya dengan perbatasan negara tetangga, ujarnya.
Dalam sebulan, polisi Aceh melancarkan dua operasi penggerebekan narkoba di Kabupaten Aceh Timur yang mengakibatkan 141 kilogram sabu disita dan 15 tersangka ditangkap, katanya.
Dua tersangka pengedar narkoba lainnya ditembak mati setelah mereka mengancam polisi yang berusaha menangkap mereka, katanya.
Widada menegaskan, semua pengedar narkoba yang ditangkap di Aceh akan dituntut karena melanggar UU Narkotika 2009 dan UU Penanggulangan dan Pemberantasan Pencucian Uang (TPPU).
Di bawah UU TPPU, kekayaan para gembong narkoba yang ditangkap dapat dirampas untuk mencegah mereka melakukan bisnis obat-obatan terlarang, katanya dalam pernyataan pers awalnya.
Penerapan UU TPPU dalam perang melawan narkoba oleh Polres Aceh ditujukan untuk memutus mata rantai jaringan peredaran narkoba, katanya, seraya menambahkan bahwa para gembong narkoba telah menghancurkan kehidupan anak-anak muda Aceh melalui tindakan yang tidak dapat diampuni.
"Banyak dari mereka yang tergabung dalam jaringan narkoba. Menyalahgunakan obat-obatan terlarang berpotensi memicu kejahatan lain," Widada mengingatkan.
Indonesia masih berada di bawah ancaman besar dari para pengedar narkoba, yang memandang negara tersebut sebagai pasar potensial. Nilai perdagangan narkoba di Indonesia diperkirakan setidaknya mencapai Rp66 triliun.
Pengguna metamfetamin kristal, narkotika, mariyuana, dan jenis narkoba adiktif lainnya melampaui latar belakang masyarakat dan sosial ekonomi dan budaya.
Pemerintah Indonesia terus mengambil tindakan hukuman keras terhadap penyelundupan dan perdagangan narkoba gembong narkoba di negara itu selama beberapa dekade terakhir.
Kapolri Jenderal Idham Azis belum lama ini menyatakan bahwa pengadilan negeri di berbagai daerah di Indonesia telah menjatuhkan hukuman mati kepada setidaknya 100 pelaku narkoba pada paruh pertama tahun 2020.
“Semoga segera dieksekusi oleh regu tembak untuk menghalau yang lain,” tegasnya saat menyaksikan Satgas Khusus Polri memusnahkan 1,2 ton sabu, 35 ribu butir ekstasi, dan 410 kg ganja di Jakarta pada 2 Juli 2020.
Presiden Indonesia Joko Widodo juga telah mengeluarkan perintah tembak-menembak terhadap gembong narkoba.
Namun, hal ini gagal menghalangi para pengedar narkoba, yang memperlakukan Indonesia sebagai salah satu pasar utama mereka, bahkan ketika penegak hukum Indonesia terus melawan mereka. Agen Sakong







0 komentar:
Posting Komentar