![]() |
| Dompet Dhuafa, PWI membantu jurnalis yang terkena dampak krisis COVID-19 |
ASLIKARTU - Asosiasi Jurnalis Indonesia (PWI) dan organisasi filantropi Muslim Dompet Dhuafa bekerja sama untuk membantu para jurnalis yang sangat terpengaruh oleh dampak penyakit virus korona baru dengan menyediakan paket bantuan kepada mereka pada hari Rabu. Agen Poker
"Banyak wartawan tidak lagi bekerja karena pandemi COVID-19 telah sangat memukul (bisnis) perusahaan media mereka. Krisis COVID-19 juga telah mempengaruhi kehidupan jurnalis senior yang sudah pensiun," kata ketua PWI Atal S Depari.
Depari secara simbolis menyerahkan paket bantuan kepada beberapa pekerja media yang aktif dan pensiunan di sebuah acara yang diadakan di kantor pusat Dompet Dhuafa di Jakarta Selatan pada hari Rabu.
Pada acara tersebut, Dompet Dhuafa diwakili oleh pendirinya, Parni Hadi, dan kepala Yayasan Dompet Dhuafa, Nasyid Majidi. Parni Hadi, mantan presiden direktur Kantor Berita ANTARA, sendiri yang memprakarsai program bantuan kemanusiaan.
Dia mengatakan pandemi coronavirus telah sangat memukul ekonomi beberapa negara. Ini juga telah memangkas penghasilan besar dari begitu banyak rumah tangga Indonesia, termasuk mereka yang bekerja di perusahaan media, ia menambahkan.
Seperti banyak bagian lain dari komunitas, wartawan juga menderita dari dampak COVID-19 meskipun peran penting mereka dalam menyebarkan informasi kepada publik dan fungsi strategis sebagai salah satu pilar demokrasi.
"Karena itu, kita harus membantu mereka," kata Depari, sambil berterima kasih kepada Dompet Dhuafa karena telah menyumbangkan paket bantuan kemanusiaan kepada para jurnalis.
ANTARA telah mencatat bahwa banyak perusahaan media di Indonesia merasa sulit untuk bertahan dari krisis coronavirus meskipun pemerintah dan pengakuan publik akan peran penting yang mereka mainkan dalam melaporkan masalah saat ini dan implikasinya pada kehidupan sosial ekonomi negara.
Menanggapi dampak COVID-19 pada industri media Indonesia, asosiasi perusahaan media dan pekerja media baru-baru ini menyuarakan keprihatinan mereka atas krisis coronavirus dan mengajukan banding kepada pemerintah (SS Kurniawan dalam Kontan.co.id, 2020).
Mereka meminta Pemerintah Indonesia untuk mengalokasikan dana bagi perusahaan media untuk membantu mensosialisasikan kebijakan, program, dan kampanye pada upaya mitigasi COVID-19.
Asosiasi perusahaan media dan pekerja media juga mengimbau pemerintah untuk mensubsidi harga kertas koran hingga 20 persen per kilogram untuk perusahaan media cetak di negara itu.
Mereka juga meminta pemerintah untuk mensubsidi biaya listrik hingga 30 persen untuk periode penggunaan Mei-Desember 2020, dan untuk membayar kelebihan pembayaran wartawan kepada Badan Kesehatan dan Jaminan Sosial (BPJS Kesehatan) selama wabah COVID-19.
Sukamta, seorang legislator yang mewakili Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Dewan Perwakilan Rakyat, menyuarakan dukungan untuk perusahaan media dan petisi wartawan, dengan mengatakan bahwa pemerintah perlu membantu media arus utama bertahan dari krisis.
Dia berpendapat bahwa outlet media memainkan peran penting dalam menyebarkan informasi, mendidik masyarakat, dan memerangi tipuan pada COVID-19.
Tanpa partisipasi aktif dari outlet media Indonesia yang kredibel, informasi mengenai upaya pemerintah untuk memerangi penyakit virus korona baru tidak akan dengan mudah menjangkau masyarakat, Sukamta menegaskan. Agen Sakong








0 komentar:
Posting Komentar