Kamis, 28 Mei 2020

Indonesia mengalokasikan dana penelitian Rp5-bln untuk pembuatan vaksin

Indonesia mengalokasikan dana penelitian Rp5-bln untuk pembuatan vaksin
Indonesia mengalokasikan dana penelitian Rp5-bln untuk pembuatan vaksin

ASLIKARTU - Kementerian Riset dan Teknologi Indonesia mengalokasikan dana tahap awal sebesar Rp5 miliar untuk memfasilitasi dimulainya kegiatan penelitian di Indonesia untuk pembuatan dan pengembangan vaksin COVID-19 sendiri. Agen Poker

"Tentu saja, kami akan menambah dana sesuai kebutuhan," Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mencatat dalam sebuah pernyataan yang beredar di YouTube yang dikutip ANTARA di Jakarta, Rabu.

Menteri menunjuk tes klinis dan produksi sebagai aspek yang paling penting dari kegiatan penelitian untuk pembuatan dan pengembangan vaksin COVID-19.

"Oleh karena itu, potongan terbesar dari pendanaan akan dicairkan ketika upaya penelitian telah memasuki tahap produksi dan distribusi," kata Brodjonegoro.

Kementerian akan membiayai kegiatan penelitian terkait vaksin COVID-19 sampai para ilmuwan Indonesia berhasil membuat prototipe vaksin, sementara Kementerian Kesehatan akan membiayai tahap uji klinisnya, ungkapnya.


Berbicara sehubungan dengan masalah yang terkait dengan pengembangan vaksin COVID-19, mantan wakil presiden dan ketua Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, menekankan bahwa Indonesia harus memberikan kontribusi nyata bagi upaya ilmiah global untuk mengembangkan COVID-19 yang efektif. pengobatan.

"Indonesia harus berkontribusi pada dunia ilmu pengetahuan (dalam cara-cara merancang) untuk menangani penyakit coronavirus baru," kata Kalla dalam sebuah pernyataan pers pada 13 Mei menyusul pertemuan dengan Kepala Institut Eijkman untuk Biologi Molekuler Amin Subandrio.

PMI telah bekerja dengan Institut Eijkman untuk Biologi Molekuler untuk mendukungnya dengan menawarkan akses ke fasilitas pemrosesan darah di 15 kota besar di negara ini.

"PMI berada dalam posisi untuk (menyediakan) cadangan, tetapi dukungannya tidak di bidang ilmiah, yang merupakan tanggung jawab Eijkman," kata mantan wakil presiden Indonesia sambil menambahkan bahwa Eijkman dipersilakan untuk menggunakan fasilitas pemrosesan darah PMI.

Pada awal Mei, Palang Merah Indonesia untuk wilayah Jakarta (PMI Jakarta) menyuarakan kesediaannya untuk mengumpulkan darah pasien COVID-19 yang pulih untuk melakukan uji coba pengobatan COVID-19 menggunakan plasma darah konvensional di Indonesia, seperti yang diusulkan oleh Institut Eijkman . Agen Sakong

0 komentar:

Posting Komentar