![]() |
| Kepulauan Mentawai di Sumatra Barat dilanda gempa berkekuatan 5,3 skala Richter |
ASLIKARTU - Gempa tektonik berkekuatan 5,3 mengguncang Tua Pejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, pada hari Sabtu, sekitar pukul 5.36 pagi waktu setempat, meskipun tidak ada laporan langsung yang diterima tentang korban setelah gempa kuat. Agen Poker
Episentrum gempa terletak sekitar 40 kilometer dari barat daya daerah Tua Pejat, pada kedalaman 28 kilometer, menurut Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang.
Juru bicara BMKG-Stasiun Padang Panjang, Mamuri, menyatakan bahwa gempa tidak berpotensi memicu tsunami, dan penduduk setempat disarankan untuk tetap tenang.
Terletak di Circum-Pacific Belt, juga disebut Ring of Fire, di mana beberapa lempeng tektonik bertemu dan sering menyebabkan aktivitas vulkanik dan seismik, Indonesia rentan terhadap bencana alam, termasuk gempa bumi dan letusan gunung berapi.
Gempa bumi berulang telah didaftarkan di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai di Provinsi Sumatera Barat selama beberapa tahun terakhir.
Pada 2 Februari 2019, misalnya, dua gempa kuat mengguncang wilayah Kepulauan Mentawai. Gempa pertama, berukuran 5,3 pada skala Richter, terletak sekitar 106 kilometer (km) dari tenggara Mentawai, pada kedalaman 10 km.
Pasca gempa pertama yang melanda wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai pada pukul 4:03 malam. waktu setempat, gempa bumi kedua, berukuran 6,0 pada skala Richter, mengguncang daerah sekitar 4:27 malam. waktu lokal.
BMKG melaporkan bahwa pusat gempa susulan terletak sekitar 117 km dari Kabupaten Kepulauan Mentawai, atau sekitar 246 km dari barat daya Kota Padang, pada kedalaman 17 km.
Pada 30 September 2009, gempa bumi yang kuat menyentak Kota Padang dan beberapa daerah lain di Sumatra Barat, menewaskan 1.117 orang dan melukai hampir tiga ribu penduduk. Bencana itu juga menyebabkan kerusakan pada lebih dari 260 ribu rumah.
Pada tahun 2018, BMKG mencatat bahwa Indonesia telah menanggung dampak 11.577 gempa bumi, termasuk beberapa yang menyebabkan korban jiwa, dengan angka yang jauh meningkat dari tahun 2017.
Data BMKG menunjukkan bahwa 11.577 gempa bumi, dengan berbagai besaran dan kedalaman, melanda selama 2018, sementara hanya 7.172 gempa bumi tercatat pada tahun 2017.
Ini menunjukkan fakta bahwa Indonesia telah menyaksikan lonjakan besar dalam jumlah gempa bumi tektonik pada tahun 2018.
Beberapa peristiwa terkait gempa bumi yang melanda Indonesia tahun lalu adalah yang pertama dari jenis yang pernah terjadi, seperti pencairan di Palu, tsunami yang melanda sebelum penerbitan peringatan tsunami di Palu, dan Tsunami Selat Sunda. Agen Sakong








0 komentar:
Posting Komentar