Kamis, 21 Mei 2020

KPU memeriksa keamanan server data setelah klaim pelanggaran data pribadi

KPU memeriksa keamanan server data setelah klaim pelanggaran data pribadi

ASLIKARTU - Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat ini terlibat dalam memeriksa keamanan server datanya setelah adanya klaim oleh peretas atas pelanggaran data pribadi jutaan warga negara Indonesia. Agen Poker

KPU telah memeriksa data internal setelah klaim pelanggaran data, Vryan Azis, anggota komisi, dinyatakan di sini pada hari Jumat.

"KPU Indonesia telah bekerja sejak tadi malam untuk melacak berita, memeriksa kondisi internal (dari server data), dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Informasi lebih lanjut akan diberikan nanti," kata Azis.

Berbicara sehubungan dengan pengunggahan di akun media sosial yang mengungkapkan kebocoran data pemilih Indonesia, ia menunjukkan bahwa data tersebut adalah file lunak dari daftar pemilih tetap pemilu 2014.


"File data KPU (format pdf) dirilis sesuai dengan peraturan dan untuk memenuhi kebutuhan publik akan transparansi. Gambar ini, berdasarkan metadata-nya, bertanggal 15 November 2013," katanya.

Azis mengklarifikasi bahwa jumlah pemilih yang memenuhi syarat dalam pemilihan presiden 2014 mencapai sekitar 190 juta dan bukan 200 juta.

Sebelumnya, pada Kamis (21 Mei), seorang peretas mengaku telah meretas data 2,3 juta warga Indonesia dari KPU.

Informasi itu kemudian diunggah oleh akun @underthebreach yang sebelumnya juga menyoroti pelanggaran data pribadi jutaan pengguna platform e-commerce Tokopedia pada awal Mei.

"Seorang aktor (peretas) telah membocorkan informasi tentang 2.300.000 warga Indonesia. Data termasuk nama, alamat, nomor ID, tanggal lahir, dan lainnya," menurut @underthebreach.

Akun itu juga menunjukkan bahwa data itu tampaknya adalah data pemilu 2013. Selanjutnya, peretas mengaku telah membocorkan data 200 juta lainnya. Agen Sakong

0 komentar:

Posting Komentar