Kamis, 11 Juni 2020

DPR memuji sikap tegas pemerintah terhadap klaim Cina di perairan Natuna

DPR memuji sikap tegas pemerintah terhadap klaim Cina di perairan Natuna
DPR memuji sikap tegas pemerintah terhadap klaim Cina di perairan Natuna

ASLIKARTU - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Aziz Syamsuddin, memuji pemerintah Indonesia atas penolakannya terhadap klaim sepihak China di perairan Natuna, Kepulauan Riau, atas garis “sembilan garis putus-putus”. Agen Poker

Aziz mengatakan bahwa pemerintah tidak perlu lagi bernegosiasi karena hak Indonesia atas wilayah Laut Natuna Utara telah dikonfirmasi berdasarkan Konvensi PBB tahun 1982 tentang Hukum Laut, atau UNCLOS.

"Jangan biarkan pemerintah Indonesia membuka ruang kompromi terkait dengan kedaulatan Republik Indonesia," katanya di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan, berdasarkan Pasal 4 UU Nomor 5/1983, Indonesia memiliki hak untuk eksplorasi dan eksploitasi di zona ekonomi eksklusif (ZEE).

Aziz mengungkapkan bahwa pengiriman dan penerbangan internasional dapat dioperasikan di zona tersebut, tetapi mereka harus sesuai dengan hukum internasional yang berlaku.

"Negara-negara lain hanya diizinkan untuk mengeksplorasi dan mengeksploitasi sumber daya alam di ZEE, dengan syarat mereka pertama kali meminta izin dari pemerintah Indonesia," katanya.

Politisi Partai Golkar mengatakan keputusan Pengadilan Arbitrase Permanen di Den Haag pada 12 Juli 2016 di Laut Cina Selatan telah menolak klaim sepihak oleh pemerintah China atas keberadaan garis "sembilan garis".


Aziz menjelaskan bahwa Indonesia tidak memiliki batas internasional yang tumpang tindih dengan Cina, dan oleh karena itu, Cina harus menghormati hukum internasional yang berlaku.

Ini akan menghasilkan stabilitas regional, baik di kawasan ASEAN dan di kawasan Indo-Pasifik secara keseluruhan, tambahnya.

"Laut Cina Selatan adalah wilayah strategis dalam jalur perdagangan yang menghubungkan seluruh wilayah Indo-Pasifik, sehingga hanya kerja sama yang baik dan saling menghormati akan menciptakan stabilitas regional di wilayah Indo-Pasifik, yang saat ini merupakan wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi ," dia berkata.

Dia menekankan bahwa perairan Natuna strategis untuk upaya melawan semua bentuk ancaman tradisional dan non-tradisional terhadap keamanan negara, seperti perdagangan narkoba dan terorisme.

Aziz kemudian meminta Pemerintah Indonesia untuk terus memperkuat keamanan nasional di dekat Laut Natuna Utara, baik dari segi keamanan maupun infrastruktur militer.

"Indonesia menjunjung tinggi aspek kebebasan navigasi, yang merupakan norma internasional. Indonesia berharap masalah Laut Cina Selatan akan segera diselesaikan melalui berbagai instrumen kerjasama internasional agar tidak menimbulkan ketidakstabilan di kawasan," katanya. Agen Sakong

0 komentar:

Posting Komentar