![]() |
| Komisi Haji memuji keputusan untuk tidak mengirim jamaah haji |
ASLIKARTU - Komisi Nasional Haji dan Umrah memuji keputusan pemerintah untuk tidak mengirim umat Islam untuk naik haji ke Arab Saudi tahun ini karena meningkatnya masalah keamanan di tengah pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung. Agen Poker
"Selain itu, Indonesia adalah negara yang menerima bagian terbesar dari kuota ziarah haji, dari 221 ribu orang. Oleh karena itu, keselamatan dan keamanan tetap menjadi area utama yang menjadi perhatian pemerintah," Ketua Komisi, Mustolih Siradj, mengatakan kepada wartawan di sini di Selasa.
Siradj juga memuji bahwa keputusan itu diumumkan sebelum keputusan Kerajaan Arab Saudi yang menunggu keputusan apakah akan melanjutkan dengan jamaah haji tahun ini.
Sebelumnya hari ini, pemerintah Indonesia mengumumkan keputusannya untuk tidak mengirim jamaah haji ke Arab Saudi pada tahun 2020 di tengah pandemi COVID-19.
"Pemerintah telah memutuskan untuk tidak mengirim jemaah haji di Hijriah 2020/1441," Menteri Agama mengatakan Fachrul Razi saat konferensi pers virtual tentang haji haji di sini pada hari Selasa.
Stand haji dibatalkan sesuai dengan Peraturan Menteri Agama No. 494 tahun 2020 karena keselamatan dan kesehatan peziarah harus diprioritaskan, sejak keberangkatan mereka ke selama perjalanan haji dan setelah mereka kembali ke negara itu.
"Ini adalah keputusan yang pahit dan sulit untuk diambil. Kami telah melakukan upaya habis-habisan, tetapi di sisi lain, kami bertanggung jawab atas perlindungan jemaah haji," katanya.
Keputusan diambil berdasarkan studi komprehensif yang dilakukan oleh tim kementerian dan setelah berkonsultasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Arab Saudi belum memberikan akses haji ke negara mana pun di dunia. Oleh karena itu, pemerintah hanya memiliki sedikit waktu untuk menyiapkan layanan dan perlindungan bagi jamaah haji, kata Razi.
"Keputusan ini berlaku untuk semua warga negara Indonesia, apakah untuk naik haji reguler atau haji khusus atau mujamalah dengan undangan (dari Kerajaan Arab Saudi)," jelas menteri.
Sekitar 2,5 juta Muslim, di mana 75 persennya berasal dari luar negeri, melakukan ziarah haji di Mekah, Arab Saudi, pada 2019. Agen Sakong








0 komentar:
Posting Komentar